Barclays telah mengumumkan peningkatan signifikan sebesar 12% dalam keuntungan tahunan untuk 2025, dengan pendapatan sebelum pajak naik menjadi £9,1 miliar dari £8,1 miliar pada tahun sebelumnya. Bank ini juga telah merevisi target kinerjanya untuk 2028, kini menargetkan pengembalian ekuitas yang dapat diukur (RoTE) melebihi 14%, meningkat dari tujuan sebelumnya yang lebih dari 12% pada 2026. Pertumbuhan ini didukung oleh bisnis AS yang kuat dan pengurangan biaya strategis, dengan AI disorot sebagai faktor penting dalam mencapai efisiensi ini.
Saat banyak perusahaan besar terus bereksperimen dengan AI, Barclays secara langsung mengaitkan teknologi ini dengan struktur biaya dan proyeksi keuntungan. Dalam berbagai pernyataan publik dan dokumen investor, kepemimpinan bank menekankan AI sebagai pengungkit kunci untuk mempertahankan biaya yang lebih rendah dan meningkatkan pengembalian, terutama di tengah perubahan kondisi makroekonomi.
Peningkatan keuntungan sebesar 12% ini signifikan tidak hanya bagi pemegang saham tetapi juga mencerminkan tren yang lebih luas di antara perusahaan tradisional yang sangat diatur yang kini mengintegrasikan AI ke dalam operasi inti mereka daripada hanya menempatkannya di laboratorium inovasi terpisah. Peralihan menuju penggunaan operasional AI, bukan sekadar hype, semakin jelas saat perusahaan mencari hasil yang terukur seperti peningkatan efisiensi dan profitabilitas.
Barclays telah menunjukkan bahwa strateginya melibatkan pemanfaatan AI untuk merampingkan operasi dan mengurangi biaya, yang mencakup modernisasi sistem teknologi warisan dan mengevaluasi kembali proses kerja. Investasi bank dalam alat AI adalah bagian dari inisiatif penghematan biaya jangka panjang yang telah direncanakan selama beberapa tahun, mengakui bahwa tenaga kerja dan sistem yang usang merupakan bagian signifikan dari biaya operasional.
Meskipun investasi AI tidak memberikan hasil segera, Barclays menggabungkan teknologi ini dengan upaya pengurangan biaya struktural untuk mengelola pengeluaran secara efektif, terutama karena pertumbuhan pendapatan saja mungkin tidak cukup untuk mencapai pengembalian yang diinginkan. Target kinerja bank untuk 2028 mencerminkan strategi ganda ini, dengan rencana untuk mengembalikan lebih dari £15 miliar kepada pemegang saham antara 2026 dan 2028, didukung oleh peningkatan efisiensi dan kekuatan keuntungan. Pendekatan ini membedakan Barclays dari perusahaan lain yang melihat AI sebagai taruhan jangka panjang, menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan keuangan dan manajemen biaya yang berkelanjutan.