BNP Paribas sedang menjajaki integrasi kecerdasan buatan ke dalam operasi harian perbankan investasi. Bank ini telah meluncurkan alat internal yang disebut IB Portal, yang dimaksudkan untuk membantu para banker dalam mempersiapkan presentasi klien dengan lebih efisien dan dengan pekerjaan yang lebih sedikit berulang. Menurut Financial News, alat ini bertujuan untuk mengatasi masalah umum duplikasi usaha dalam persiapan presentasi, di mana tim sering kali membuat ulang slide, grafik, dan analisis yang sudah dikembangkan oleh orang lain di dalam organisasi.

IB Portal dirancang untuk meminimalkan redundansi ini dengan mencari melalui materi presentasi historis BNP Paribas. Alat ini memanfaatkan apa yang disebut bank sebagai "smart prompts" untuk menyoroti slide, analisis, dan konten pendukung yang relevan untuk mandat baru. George Holst, kepala grup klien korporat di BNP Paribas, menggambarkan alat ini berfungsi mirip dengan mesin pencari bertenaga AI, memungkinkan banker untuk dengan cepat menemukan informasi yang relevan sebelum presentasi atau pertemuan klien. Kemampuan ini berpotensi mengurangi waktu penelitian hingga beberapa hari, memungkinkan tim untuk lebih fokus pada perencanaan strategis dan keterlibatan klien.

Signifikansi dari penggunaan ini terletak pada aplikasinya dalam alur kerja terstruktur daripada sebagai alat tambahan. Deck presentasi tidak bersifat generik; mereka harus menggabungkan perspektif internal yang spesifik, detail klien, dan persyaratan regulasi. Oleh karena itu, efektivitas alat AI dalam konteks ini bergantung pada struktur yang terdefinisi dengan baik, termasuk materi yang dapat dicari, kontrol akses, dan proses yang jelas untuk mentransisikan konten dari draf internal ke dokumen yang siap untuk klien.

Selain itu, jejak audit sangat penting. Banker harus dapat melacak asal-usul informasi yang digunakan, dan setiap output yang dihasilkan oleh sistem harus melalui tinjauan manusia sebelum dibagikan secara eksternal. Langkah pencegahan ini membantu mengurangi risiko kesalahan atau pengungkapan yang tidak sah, yang dapat memiliki implikasi serius di sektor perbankan.

Pengenalan IB Portal adalah bagian dari inisiatif yang lebih luas di BNP Paribas untuk meningkatkan kemampuan internalnya. Pada bulan Juni 2025, bank ini mengumumkan rencana untuk platform "LLM as a Service", yang bertujuan untuk memberikan unit bisnisnya akses ke model bahasa besar yang dihosting dalam infrastruktur mereka sendiri. Platform ini dikelola oleh tim TI internal dan dirancang untuk mendukung berbagai model, termasuk opsi sumber terbuka dan model dari Mistral AI, dengan rencana di masa depan untuk menggabungkan model yang dilatih pada data internal. Bank-bank besar lainnya, seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs, juga sedang mengembangkan solusi AI serupa untuk meningkatkan operasi mereka.

Bagi BNP Paribas, tantangannya adalah memastikan bahwa IB Portal menjadi bagian reguler dari alur kerja mereka daripada eksperimen sementara. Keuntungan yang diharapkan termasuk waktu yang lebih sedikit dihabiskan untuk pencarian, presentasi yang lebih sedikit terduplikasi, dan pemanfaatan pengetahuan institusional yang lebih baik. Namun, risiko yang terkait, seperti potensi data yang tidak akurat dan pengungkapan informasi sensitif yang tidak disengaja, tetap menjadi perhatian yang signifikan. Implementasi yang sukses akan memerlukan kepatuhan ketat terhadap pedoman yang telah ditetapkan, termasuk mendasarkan output pada konten yang disetujui dan memastikan pengawasan manusia sebelum interaksi dengan klien.