Disney, sebuah perusahaan yang sangat bergantung pada kekayaan intelektual, menghadapi tantangan dalam memproduksi dan mendistribusikan konten di berbagai format sambil memastikan konsistensi merek dan kepatuhan hukum. Untuk mengatasi hal ini, Disney mengintegrasikan AI generatif ke dalam model operasionalnya, alih-alih memperlakukannya sebagai eksperimen sampingan. Pendekatan ini dicontohkan oleh kemitraan Disney dengan OpenAI, di mana perusahaan akan memanfaatkan AI untuk memperlancar pembuatan konten dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Di bawah perjanjian tersebut, Disney akan bertindak sebagai mitra lisensi dan pelanggan perusahaan yang signifikan dari OpenAI. Kolaborasi ini akan memungkinkan pembuatan video pendek yang menampilkan karakter dan latar Disney melalui model video OpenAI, Sora. Selain itu, Disney berencana untuk memanfaatkan API OpenAI untuk mengembangkan alat internal dan meningkatkan pengalaman konsumen, terutama melalui layanan streamingnya, Disney+. Karyawan juga akan memiliki akses ke ChatGPT untuk penggunaan internal, mendorong efisiensi dalam organisasi.

Strategi Disney menekankan penggunaan AI generatif yang terkontrol. Perjanjian lisensi membatasi pembuatan konten pada aset tertentu, mengecualikan kemiripan dan suara aktor, serta memberlakukan pedoman keselamatan dan usia yang sesuai. Pendekatan terstruktur ini memposisikan AI generatif sebagai alat produksi yang diatur, mampu menghasilkan variasi sambil mematuhi standar tata kelola.

Integrasi AI ke dalam operasi Disney dirancang untuk meminimalkan gesekan dan meningkatkan keterlihatan. Dengan menyematkan AI dalam alur kerja yang ada, Disney bertujuan untuk memperlancar proses daripada memperumitnya. Perubahan organisasi ini memperlakukan AI generatif sebagai kemampuan dasar, memfasilitasi penggunaannya yang luas di seluruh tim tanpa memperbesar risiko yang terkait dengan aplikasi AI yang tidak diatur.

Selain itu, investasi Disney sebesar $1 miliar di OpenAI menandakan komitmen untuk menjadikan AI sebagai aspek sentral dari operasinya, bukan sekadar alat eksperimen. Dengan menyelaraskan AI dengan generasi pendapatan, variasi konten, dan produktivitas internal, Disney berusaha memastikan bahwa AI menjadi bagian integral dari perencanaan strategisnya. Fokus operasional ini pada AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemungkinan kegagalan saat perusahaan memperluas aplikasi AI-nya.