Spekulasi semakin berkembang tentang kemungkinan pengurangan tenaga kerja di sektor AI, terutama untuk perusahaan seperti pengembang ChatGPT. Ini telah memicu serangkaian prediksi untuk tahun mendatang, yang diinformasikan oleh wawasan dari rekan-rekan di WIRED. Salah satu kekhawatiran utama adalah penolakan global terhadap pembangunan pusat data, terutama di AS, di mana para aktivis bergerak di media sosial. Pemerintah di China dan Rusia mungkin memanfaatkan situasi ini untuk menyebarkan disinformasi, yang dapat menghambat kemajuan teknologi AS dalam AI.

Saat kita melihat ke arah 2026, konferensi teknologi diharapkan akan menampilkan lonjakan robot bertenaga AI. Perusahaan besar seperti Google sedang mengintegrasikan model AI canggih ke dalam robot untuk melakukan tugas rumah tangga dengan efisiensi yang lebih baik. Misalnya, Google baru-baru ini mendemonstrasikan robot yang mampu memilah sampah berdasarkan perintah suara. Para ahli percaya bahwa integrasi model bahasa besar ke dalam robotika dapat merevolusi cara mesin ini beroperasi di lingkungan sehari-hari, meskipun teknologi ini akan memerlukan pengujian yang luas sebelum diterapkan secara luas.

Industri AI juga mungkin mengalami koreksi pasar pada 2026, setelah periode pertumbuhan yang cepat. Perusahaan seperti OpenAI telah secara signifikan memperluas tenaga kerja mereka, tetapi ada kekhawatiran tentang apakah mereka dapat mempertahankan pertumbuhan ini. Analis memprediksi bahwa beberapa perusahaan mungkin perlu merestrukturisasi atau bahkan mem-PHK karyawan saat mereka menilai kembali investasi mereka dalam teknologi AI. Ini bisa menyebabkan gelombang penawaran umum perdana saat perusahaan berusaha memanfaatkan valuasi puncak sebelum pasar beralih.

Tren mengkhawatirkan lainnya adalah munculnya perangkat lunak pengawasan yang dirancang untuk memantau kebiasaan kerja karyawan, yang dapat digunakan untuk melatih agen AI untuk otomatisasi. Ini menimbulkan kekhawatiran etis tentang privasi dan keamanan pekerjaan, karena bisnis mungkin semakin bergantung pada data yang dikumpulkan dari karyawan untuk meningkatkan kemampuan AI. Para aktivis memperingatkan bahwa ini dapat menyebabkan kecemasan yang lebih besar di kalangan pekerja tentang pemindahan pekerjaan dan potensi penyalahgunaan informasi pribadi.

Terakhir, industri robotaxi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan, dengan perusahaan seperti Waymo merencanakan untuk memperluas layanan mereka secara dramatis. Meskipun ada kekhawatiran bahwa ini dapat menyebabkan kecelakaan yang melibatkan kendaraan otonom, data menunjukkan bahwa robotaxi memiliki catatan keselamatan yang baik dibandingkan dengan pengemudi manusia. Seiring perkembangan teknologi, industri kemungkinan akan memprioritaskan keselamatan untuk menghindari insiden, meskipun jumlah robotaxi di jalan meningkat.