FedEx mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam sistem pelacakan paket dan manajemen pengembalian untuk melayani pengirim perusahaan besar dengan lebih baik. Seiring dengan meningkatnya harapan pelanggan untuk pembaruan waktu nyata dan opsi pengiriman yang fleksibel, perusahaan logistik terpaksa memikirkan kembali proses pelacakan dan pengembalian mereka, terutama dalam rantai pasokan yang kompleks.

Perusahaan berencana untuk meluncurkan alat yang didorong oleh AI yang dirancang khusus untuk pengirim perusahaan, seperti yang dilaporkan oleh PYMNTS. Alat ini bertujuan untuk mengotomatiskan tugas layanan pelanggan rutin, meningkatkan visibilitas pengiriman, dan menyederhanakan proses pengalihan atau pengembalian paket. Berbeda dengan chatbot yang berhadapan langsung dengan konsumen, solusi AI ini fokus pada alur kerja operasional yang mendukung tim logistik di belakang layar.

Sistem pelacakan tradisional memberikan informasi dasar tentang lokasi paket dan perkiraan waktu pengiriman. Sebaliknya, pelacakan yang ditingkatkan dengan AI memanfaatkan data historis, pola lalu lintas, dan kondisi cuaca untuk secara proaktif mengidentifikasi potensi keterlambatan. Ini memungkinkan pengirim untuk menangani masalah sebelum berkembang, berpotensi mengalihkan paket atau memberi tahu pelanggan sebelumnya tentang perubahan apa pun.

Untuk bisnis yang mengirimkan volume besar paket setiap hari, bahkan perbaikan kecil dalam akurasi prediktif dapat secara signifikan mengurangi panggilan dukungan, meminimalkan tingkat pengembalian, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan, terutama di sektor seperti ritel, kesehatan, dan manufaktur. Integrasi AI ke dalam sistem yang ada bertujuan untuk membantu tim logistik daripada menggantikan mereka, mengurangi kebutuhan untuk pengambilan keputusan manual.

Pengembalian adalah aspek yang mahal dalam logistik, terutama untuk perusahaan e-commerce, yang berdampak pada kapasitas gudang dan biaya transportasi. Alat pengembalian yang didukung AI dari FedEx dirancang untuk mengotomatiskan berbagai bagian dari proses pengembalian, seperti pembuatan label dan keputusan pengalihan. Dengan menyederhanakan proses ini, perusahaan dapat mengurangi keterlambatan dan memastikan barang dikembalikan ke fasilitas yang benar. Pendekatan FedEx menekankan efisiensi operasional, fokus pada penyempurnaan proses yang ada daripada membuat klaim transformasi yang luas. Tren ini mencerminkan pola yang berkembang dalam adopsi AI perusahaan, di mana aplikasi yang spesifik dan terukur memberikan hasil terbaik.