Sektor keuangan sangat bergantung pada kode COBOL yang sudah usang, yang sulit untuk diganti dan kurang dipahami. Baru-baru ini, kemajuan AI muncul sebagai solusi potensial untuk masalah ini, memicu respons pasar yang signifikan, terutama untuk IBM. Awal pekan ini, saham IBM mengalami penurunan terbesar dalam satu hari dalam lebih dari 25 tahun, turun 13% setelah startup AI Anthropic mengumumkan alat Claude Code, yang dirancang untuk mempercepat modernisasi COBOL.
Blog Anthropic menyoroti bahwa modernisasi COBOL tradisional memerlukan upaya konsultasi yang luas, seringkali memakan waktu bertahun-tahun. Namun, dengan alat seperti Claude Code, fase eksplorasi dan analisis kini dapat diotomatisasi, secara signifikan mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek semacam itu. Pengumuman ini memicu aksi jual yang cepat di kalangan investor, mencerminkan kekhawatiran atas pendapatan konsultasi IBM, yang telah lama didorong oleh pekerjaan terkait COBOL.
COBOL tetap tertanam dalam sistem kritis, dengan ratusan miliar baris kode yang beroperasi setiap hari, terutama di sektor keuangan dan pemerintahan. Ini bertanggung jawab atas sekitar 95% transaksi ATM di Amerika Serikat. Tantangannya tidak hanya terletak pada kode, tetapi juga pada semakin sedikitnya jumlah pengembang yang mahir dalam COBOL, karena banyak yang membangun sistem ini telah pensiun, yang mengarah pada peningkatan biaya untuk upaya modernisasi.
Anthropic mengklaim bahwa AI dapat merevolusi lanskap ini dengan efisien memetakan ketergantungan dalam kode COBOL, mendokumentasikan alur kerja, dan mengidentifikasi risiko lebih cepat daripada analis manusia. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa modernisasi kini dapat dicapai dalam kuartal daripada bertahun-tahun, yang berpotensi mengubah industri.
Meskipun reaksi pasar, IBM telah mendorong peran AI dalam modernisasi COBOL selama beberapa waktu. Perusahaan ini memperkenalkan alat AI-nya sendiri, watsonx Code Assistant untuk Z, yang bertujuan membantu klien memahami dan memodernisasi sistem COBOL mereka. IBM tetap berpendapat bahwa platform mainframe-nya menawarkan kinerja dan keamanan yang konsisten, terlepas dari bahasa pemrograman yang digunakan. Para analis menyarankan bahwa ketakutan akan penggantian mungkin terlalu dibesar-besarkan, karena banyak klien terus lebih memilih solusi mainframe IBM. Seiring AI terus berkembang, pasar sedang bergulat dengan implikasi untuk modernisasi warisan dan masa depan praktik konsultasi.