Jonathan Nolan, produser 'Fallout', saat ini fokus pada musim kedua acara tersebut, yang berlatar di Amerika pasca-apokaliptik yang dipenuhi dengan humor gelap dan retrofuturisme. Nolan percaya bahwa meskipun AI tidak akan menggantikan pembuat film manusia, AI dapat memberikan peluang baru bagi sutradara yang bercita-cita, meskipun ia secara pribadi memilih untuk tidak menggunakannya dalam penulisannya. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk melihat penurunan media sosial, meskipun ia mengakui bahwa ini mungkin tidak realistis.

Dalam sebuah episode podcast 'The Big Interview', Nolan membahas berbagai topik, termasuk pemikirannya tentang menulis untuk Batman dan kecintaannya pada mobil klasik. Ia dengan humor mencatat bahwa ia menjadi kurang toleran terhadap cuaca dingin sejak pindah ke Los Angeles. Percakapan tersebut mencakup pertanyaan cepat, mengungkapkan pandangannya tentang trope sci-fi umum dan buku-buku favoritnya.

Nolan merenungkan tantangan menulis pilot yang sempurna dibandingkan dengan akhir yang sempurna, menekankan pentingnya penutupan dalam bercerita. Ia juga berbagi wawasan pribadi tentang keinginannya untuk menghidupkan kembali momen-momen bersama anak-anaknya, menyoroti aspek emosional dari menjadi orang tua. Ketika ditanya tentang proses kreatifnya, ia mengakui bahwa ia merasa menulis itu sulit dan lebih suka bekerja dengan film tradisional daripada teknologi digital, yang ia yakini tidak mengurangi biaya produksi.

Diskusi juga menyentuh implikasi AI dalam industri film. Nolan mengungkapkan skeptisisme tentang gagasan bahwa AI dapat secara signifikan menurunkan biaya produksi atau menggantikan kreativitas manusia. Ia menunjukkan bahwa meskipun alat AI dapat membantu dalam penelitian dan pengembangan, alat tersebut tidak boleh dianggap sebagai pengganti sifat kolaboratif dari pembuatan film.

Mengenai 'Fallout', Nolan menggambarkannya sebagai perpaduan unik antara humor dan kegelapan, yang berlatar di dunia yang mengeksplorasi akibat dari keruntuhan masyarakat. Ia mengakui tekanan dalam mengadaptasi waralaba video game yang dicintai tetapi menekankan pentingnya mendekati materi dengan rasa hormat dan hasrat yang tulus. Wawasan Nolan mencerminkan keterlibatannya yang berkelanjutan dengan tema teknologi, identitas, dan masa depan bercerita dalam lanskap yang terus berkembang.