AI agens sedang berkembang di sektor kesehatan, bergerak melampaui respons prompt sederhana untuk secara otonom menangani tugas pemasaran yang kompleks. Perusahaan ilmu kehidupan semakin mengandalkan teknologi ini untuk membentuk strategi komersial mereka, seperti yang disoroti dalam laporan terbaru dari Capgemini Invent. Laporan tersebut menunjukkan bahwa agen AI dapat menciptakan hingga $450 miliar dalam nilai ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan penghematan biaya pada 2028, dengan 69% eksekutif berencana untuk menerapkan agen ini dalam proses pemasaran mereka pada akhir tahun.

Lanskap pemasaran farmasi menghadapi tantangan signifikan, terutama karena terbatasnya interaksi tatap muka antara perwakilan penjualan dan profesional kesehatan (HCP), sebuah tren yang semakin diperburuk oleh pandemi Covid-19. Masalah utama bukan hanya mendapatkan akses ke HCP, tetapi juga memaksimalkan efektivitas interaksi yang jarang ini, yang sering kali menderita dari data yang terfragmentasi terjebak dalam berbagai silo.

Briggs Davidson, Direktur Senior Digital, Data & Strategi Pemasaran untuk Ilmu Kehidupan di Capgemini Invent, menggambarkan skenario umum dalam pemasaran farmasi: seorang HCP mungkin mengalihkan resep mereka ke produk pesaing setelah menghadiri konferensi di mana hasil obat baru dipamerkan. Sayangnya, sistem TI warisan sering kali mencegah perwakilan penjualan mengakses informasi penting sebelum bertemu dengan HCP, membatasi kemampuan mereka untuk merespons secara efektif.

Davidson mengusulkan bahwa solusinya terletak pada penerapan AI agens untuk secara otonom menanyakan, mensintesis, dan bertindak berdasarkan data yang terintegrasi, alih-alih hanya menghubungkan sistem yang ada. Berbeda dengan AI percakapan tradisional, yang merespons pertanyaan, AI agens dapat menjalankan tugas multi-langkah secara mandiri. Perubahan ini memungkinkan perwakilan penjualan memanfaatkan agen AI untuk tugas-tugas seperti merencanakan panggilan dan kunjungan, memungkinkan mereka untuk mengajukan pertanyaan seperti, "Pesan apa yang telah direspon oleh HCP saya baru-baru ini?" atau "Bisakah Anda memberikan ringkasan intelijen terperinci tentang HCP saya?"

Potensi operasional AI agens sangat signifikan, karena dapat membuat rencana panggilan yang disesuaikan berdasarkan profil yang terintegrasi dan menyarankan tindakan tindak lanjut berdasarkan hasil keterlibatan. Davidson menekankan bahwa implementasi yang sukses memerlukan keselarasan antara tim pemasaran dan TI pada kasus penggunaan awal dan identifikasi indikator kinerja utama (KPI) yang menunjukkan hasil yang nyata, seperti peningkatan keterlibatan HCP atau peningkatan produktivitas perwakilan penjualan. Namun, artikel ini juga mencatat tantangan yang ditimbulkan oleh masalah regulasi dan kepatuhan seputar penggunaan sistem otonom dalam menanyakan data sensitif, terutama di bawah regulasi HIPAA. Masa depan AI agens dalam pemasaran kesehatan akan bergantung pada kemampuan untuk mengatasi rintangan ini dan apakah ilmu kehidupan dapat memanfaatkan peluang yang diproyeksikan sebesar $450 miliar pada 2028.