RentAHuman adalah platform inovatif yang menghubungkan agen AI, seperti Clawdbot dan Claude, dengan pengguna yang mencari untuk mempekerjakan manusia untuk tugas di dunia fisik. Konsep inovatif ini menghilangkan kebutuhan akan perekrut manusia, memungkinkan bot otonom untuk mengelola proses perekrutan. Platform ini terinspirasi oleh semakin banyaknya robot humanoid, yang diproyeksikan berjumlah 13 juta pada tahun 2035, meskipun saat ini masih ada kekurangan AI fisik.
Ide untuk RentAHuman berasal dari Alexander Liteplo, seorang insinyur kripto berusia 26 tahun, yang menyadari adanya celah di pasar saat bekerja di Argentina. Ketertarikan Liteplo terhadap AI berkembang selama studinya di University of British Columbia, di mana ia bertemu dengan salah satu pendiri, Patricia Tani. Tani, seorang mahasiswa seni dengan minat yang kuat dalam pemrograman, didorong oleh guru sekolah menengahnya untuk mengejar hasratnya, yang membawanya untuk ikut mendirikan RentAHuman setelah sebelumnya bekerja di startup lain.
Inspirasi Liteplo juga datang dari pengalamannya di Jepang, di mana orang dapat menyewa teman. Fenomena budaya ini memicu penciptaan platform di mana manusia dapat disewa untuk memenuhi kebutuhan agen AI. Pengembangan RentAHuman dipercepat oleh sistem orkestrasi agen yang disebut Insomnia, yang memungkinkan platform dibangun dengan cepat sementara Liteplo terlibat dalam kegiatan santai.
Meskipun peluncurannya yang kurang mulus pada 1 Februari, yang ternoda oleh upaya penipuan, platform ini dengan cepat mendapatkan perhatian. Dalam beberapa hari, platform ini mengumpulkan lebih dari 1.000 pengguna, termasuk seorang model OnlyFans dan seorang CEO AI. Hingga saat ini, RentAHuman telah menarik lebih dari 4 juta kunjungan dan lebih dari setengah juta pengguna, dengan banyak yang antusias menawarkan layanan mereka untuk berbagai tugas.
Namun, platform ini menimbulkan pertanyaan etis tentang implikasi AI yang mempekerjakan manusia. Para ahli mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi dehumanisasi tenaga kerja dan tanggung jawab hukum yang mengelilingi agen AI. Liteplo dan Tani mengakui tantangan ini tetapi menekankan bahwa RentAHuman mewakili batasan baru di pasar tenaga kerja, di mana manusia dapat diakui sebagai aset berharga daripada sekadar alat untuk AI. Mereka membayangkan masa depan di mana AI dapat meningkatkan kemampuan manusia daripada menggantikannya, menegaskan bahwa manusia tetap penting di dunia yang semakin dipengaruhi oleh teknologi.