Kecerdasan buatan (AI) telah digunakan dalam industri asuransi selama beberapa tahun, terutama dalam fungsi keuangan. Namun, integrasinya ke dalam operasi sehari-hari kini semakin terlihat, karena AI terlibat secara aktif dalam area kritis seperti penanganan klaim, underwriting, dan pengelolaan program yang kompleks. Perusahaan asuransi besar seperti Allianz, Zurich, dan Aviva baru-baru ini menunjukkan transisi mereka dari aplikasi AI eksperimental ke alat yang sepenuhnya operasional yang membantu pekerja garis depan dalam tugas sehari-hari mereka.
Operasi klaim menjadi contoh utama efektivitas AI karena kombinasi dokumen dan penilaian manusia yang diperlukan, sering kali di bawah batas waktu. Insurance Copilot milik Allianz adalah alat berbasis AI yang dirancang untuk membantu penangan klaim mengotomatiskan tugas-tugas berulang dan mengumpulkan informasi relevan yang biasanya memerlukan beberapa pencarian di berbagai sistem. Alat ini secara signifikan mengubah alur kerja dengan memulai pengumpulan data, merangkum detail klaim dan kontrak untuk akses cepat. Algoritma kemudian melakukan analisis dokumen, menginterpretasikan perjanjian dan membandingkan klaim dengan spesifikasi polis, menandai ketidaksesuaian dan menyarankan tindakan selanjutnya.
Penggunaan alat AI dalam pemrosesan klaim mengarah pada pengurangan waktu penyelesaian, penyelesaian yang lebih lancar, dan mengurangi gesekan bagi staf dan pelanggan. Allianz menekankan bahwa AI dapat membantu meminimalkan pembayaran yang tidak perlu dengan menyoroti faktor-faktor kritis yang mungkin diabaikan oleh penilai, berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan.
Dalam underwriting, kualitas keputusan sangat bergantung pada informasi yang tersedia. Aviva akan meluncurkan alat ringkasan berbasis AI yang memanfaatkan AI generatif untuk menganalisis dan meringkas laporan medis GP, yang bisa sangat panjang. Teknologi ini memungkinkan underwriter untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih terinformasi tanpa menggantikan mereka; underwriter tetap akan meninjau ringkasan dan membuat keputusan akhir. Aviva memastikan bahwa pengujian dan kontrol yang ketat diterapkan untuk menjaga akurasi dan akuntabilitas, setelah memproses sekitar 1.000 kasus dalam fase uji aktif sebelum peluncuran penuh.
Asuransi komersial menghadirkan tantangan tersendiri, terutama karena kompleksitas beroperasi di berbagai yurisdiksi. Zurich menyoroti bagaimana AI generatif dapat memproses informasi tidak terstruktur, memfasilitasi operasi yang lebih lancar di berbagai negara. Kemampuan ini membantu menciptakan representasi yang lebih cepat dan lebih akurat dari penawaran asuransi komersial dan menyederhanakan pengajuan di berbagai wilayah. Meskipun aspek ini tidak langsung berhadapan dengan pelanggan, hal ini meningkatkan responsivitas perusahaan dengan memungkinkan underwriter dan profesional klaim bekerja lebih efisien.
Di seluruh contoh ini, muncul tren yang jelas: perusahaan asuransi mengalami waktu siklus yang lebih cepat, konsistensi yang lebih baik, dan pengurangan tenaga kerja manual, membuka jalan untuk skala yang lebih besar. Tantangan tetap ada dalam menerapkan alat ini secara bertanggung jawab, memastikan penanganan data yang aman, dan melatih tim untuk secara kritis menilai keluaran AI. AI sedang berkembang dari sekadar kata kunci dalam sektor asuransi menjadi alat praktis yang meningkatkan profitabilitas dalam operasi rutin.