Minggu ini, Google memperkenalkan fitur Auto Browse kepada pengguna di AS yang berlangganan paket AI Pro dan AI Ultra. Fitur ini dirancang untuk mengotomatiskan tugas browsing, yang berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan web. Namun, pengalaman awal menunjukkan bahwa alat ini mungkin belum cukup dapat diandalkan untuk sepenuhnya dipercaya.

Setelah meluncurkan Auto Browse, pengguna dapat meminta chatbot Gemini milik Google untuk melakukan tugas seperti memesan tiket atau berbelanja online. Namun, interaksi awal mengungkapkan bahwa bot tidak mengambil alih browser seperti yang diharapkan. Setelah beberapa pemecahan masalah, saya berhasil mengaktifkan Auto Browse, tetapi pengalaman tersebut masih kurang mulus dari yang diharapkan. Bot meniru tindakan tanpa benar-benar mengeksekusinya, yang menyebabkan frustrasi.

Setelah saya berhasil membuat Auto Browse berfungsi, saya mengujinya dengan berbagai tugas. Misalnya, saya memintanya untuk memesan tiket untuk pertunjukan simfoni. Meskipun bot berhasil menavigasi situs web dan mencatat tindakannya, pada akhirnya ia membuat pilihan yang buruk dengan memilih kursi yang tidak bersebelahan, menyoroti kurangnya akal sehat dalam proses pengambilan keputusannya.

Dalam pengujian lain, saya meminta bot untuk mencari jaket kulit di platform pakaian bekas. Kali ini, ia tampil lebih baik dengan menambahkan tiga opsi ke keranjang saya, tetapi ia hanya memilih tiga hasil pertama tanpa penilaian kualitatif. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan bot untuk mengkurasi opsi secara efektif.

Akhirnya, saya menugaskan Auto Browse untuk menemukan tempat berkemah untuk perjalanan mendatang. Hasilnya mengecewakan, karena ia hanya mengonfirmasi ketersediaan untuk satu lokasi dan menyarankan saya untuk memeriksa situs lain sendiri. Secara keseluruhan, meskipun Auto Browse menunjukkan potensi, saat ini ia kurang akurasi dan intuisi yang dibutuhkan agar pengguna dapat mengandalkannya untuk keputusan penting. Saat Google terus menyempurnakan alat ini, masih harus dilihat bagaimana dampaknya terhadap pengalaman browsing dalam jangka panjang.