Partai Keluarga Pekerja (WFP) baru-baru ini mengumumkan inisiatif perekrutan yang bertujuan untuk menemukan kandidat yang menentang pusat data. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya diskusi politik mengenai dampak pusat data terhadap komunitas lokal, terutama mengingat tindakan terbaru oleh Demokrat terkemuka. Hanya dalam minggu ini, tiga senator Demokrat meminta informasi dari perusahaan teknologi besar tentang bagaimana pusat data mempengaruhi biaya listrik, sementara Senator Bernie Sanders secara terbuka menyerukan penghentian pembangunan pusat data baru.
Ravi Mangla, sekretaris pers nasional WFP, menekankan komitmen partai untuk menangani kekhawatiran keluarga pekerja, dengan menyatakan, "Kami akan mengabaikan kebutuhan konstituen kami jika kami tidak menanggapi isu pusat data dan dampaknya terhadap komunitas." Didirikan di New York pada akhir 1990-an, WFP telah memperluas jangkauannya di seluruh negara, memanfaatkan dukungannya untuk secara signifikan mempengaruhi pemilihan lokal.
Penolakan terhadap pusat data telah meningkat di berbagai daerah selama setahun terakhir seiring dengan meningkatnya investasi perusahaan teknologi dalam fasilitas ini. Survei terbaru menunjukkan bahwa kurang dari setengah orang Amerika mendukung pembangunan pusat data di dekat rumah mereka. Selain itu, sebuah survei mengungkapkan bahwa perlawanan komunitas telah tumbuh, berhasil menghentikan atau menunda miliaran dolar dalam pengembangan yang diusulkan.
Kekhawatiran seputar pusat data sering kali terkait dengan isu keterjangkauan, terutama biaya listrik yang meningkat, serta kekhawatiran lingkungan terkait perubahan iklim dan penggunaan air. Lanskap politik telah berubah, dengan pusat data menjadi titik fokus dalam beberapa pemilihan menengah, terutama di Virginia, yang memiliki konsentrasi pusat data tertinggi di negara ini. Pejabat lokal di Chandler, Arizona, baru-baru ini memberikan suara secara bulat menolak pusat data yang diusulkan, menunjukkan meningkatnya reaksi negatif terhadap proyek semacam itu.
Upaya perekrutan WFP bertujuan untuk menghubungkan kandidat potensial dengan sumber daya untuk mendukung kampanye mereka. Sementara terbuka untuk kandidat di seluruh negeri, partai akan fokus pada daerah dengan dukungan kuat untuk platformnya dan aktivitas pusat data yang signifikan. Mangla mencatat bahwa pemilihan baru-baru ini di Virginia menyoroti pentingnya organisasi lokal melawan pusat data, dan partai berharap untuk memperluas upayanya ke daerah lain yang mengalami penolakan serupa. Seiring dengan berlanjutnya debat tentang pusat data, WFP memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam memperjuangkan kepentingan komunitas di tengah meningkatnya pengaruh industri teknologi.