Setelah hampir 100 hari mencoba mewawancarai CEO OpenAI Sam Altman tanpa sukses, pembuat film Lough mendapati dirinya di persimpangan jalan. Dengan tekanan dari para pemodal untuk memenuhi proposal proyek aslinya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan mencoba menyusup ke OpenAI. Meskipun telah menggunakan taktik serupa dalam dokumenter yang dinominasikan Emmy 'Telemarketers,' Lough merasa tidak nyaman dengan pendekatan ini. Usahanya untuk mendapatkan akses ke perusahaan tersebut terhalang ketika keamanan dengan cepat mengeluarkannya dari lokasi.

Pengalaman ini menjadi latar belakang dokumenter Lough 'Deepfaking Sam Altman,' yang mengkaji dampak sosial dari AI dan pencarian pribadinya untuk berinteraksi dengan Altman. Ketika rencana awalnya gagal, Lough terinspirasi oleh kontroversi yang melibatkan aktris Scarlett Johansson, yang secara publik mengkritik OpenAI karena diduga meniru suaranya dalam asisten suara AI-nya, Sky. Insiden ini memicu ide Lough untuk membuat deepfake Altman, yang ia sebut 'Sam Bot.'

Bepergian ke India untuk mengembangkan deepfake ini, proyek Lough mengambil arah yang tak terduga. Apa yang dimulai sebagai klon suara sederhana berkembang menjadi entitas digital yang sepenuhnya terwujud. Film ini menyelami kompleksitas AI, menarik paralel dengan 'Terminator 2: Judgement Day,' meskipun tanpa kekerasan. Ketertarikan Lough pada film asli sangat mempengaruhi proses kreatifnya.

Dokumenter ini juga menampilkan wawasan dari mantan insinyur keselamatan OpenAI Heidy Khlaaf, yang mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi aplikasi militer dari teknologi AI seperti Dall-E dan ChatGPT. Menanggapi kekhawatiran ini, OpenAI menegaskan kembali kebijakannya yang melarang penggunaan layanannya untuk pengembangan senjata.

Melalui proses pembuatan 'Sam Bot,' Lough mendapati dirinya mengembangkan perspektif yang lebih nuansa tentang AI. Ia menggambarkan deepfake tersebut seolah telah menjadi 'teman' selama pengambilan gambar, yang membuatnya merenungkan potensi hubungan yang tulus antara manusia dan AI. Sementara ia mengakui manfaat yang dapat ditawarkan AI, terutama bagi mereka yang menghadapi kesepian, ia percaya bahwa AI tidak boleh menggantikan koneksi manusia. Film ini, yang diproduksi bekerja sama dengan Hartbeat dan Vox Media Studios, dijadwalkan rilis terbatas di New York pada 16 Januari dan di Los Angeles pada 30 Januari.