Di Amerika Serikat, integrasi literasi AI ke dalam strategi bisnis secara signifikan mengubah dinamika tempat kerja. Saat perusahaan beradaptasi dengan perubahan ini, karyawan menghadapi harapan baru dan beban kerja yang meningkat. Penelitian dari The Harris Poll menyoroti bahwa pendidikan berkelanjutan, fleksibilitas, dan literasi AI adalah kunci untuk masa depan pekerjaan.
Priya Krishnan, Chief Transformation Officer di Bright Horizons, menekankan bahwa AI dengan cepat mengubah deskripsi pekerjaan. Perusahaan yang memprioritaskan manfaat pendidikan dan pelatihan AI akan membentuk tim yang tangguh dan inovatif. Indeks Pendidikan EdAssist 2025 oleh Bright Horizons mengungkapkan bahwa 42% karyawan AS mengantisipasi perubahan signifikan pada peran mereka akibat AI dalam tahun mendatang, meskipun hanya 17% yang sering menggunakan alat AI.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa urgensi untuk pengembangan keterampilan yang dipicu oleh AI lebih mendesak daripada adopsi teknologi itu sendiri. Jumlah pekerja yang merasa terdorong untuk memperoleh keterampilan baru kini mencapai 32%, meningkat dari 26% pada tahun 2024. Secara bersamaan, 81% karyawan melaporkan beban kerja yang meningkat, dan 80% merasa tertekan untuk memberikan hasil lebih cepat.
Meskipun AI memiliki potensi untuk mengurangi beberapa tekanan ini, karyawan memerlukan pelatihan yang tepat untuk memanfaatkannya secara efektif. Temuan menunjukkan bahwa adopsi AI meningkat menjadi 76% ketika pemberi kerja menawarkan pelatihan, dan 84% pekerja yang terlatih merasa lebih siap menghadapi perubahan dibandingkan hanya 48% dari mereka yang tidak mendapatkan pelatihan. Ini menyoroti pentingnya pelatihan yang efektif dalam membangun kepercayaan di antara karyawan.
Meskipun ada pandangan positif tentang dukungan pendidikan, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan hambatan finansial. Laporan tersebut mencatat bahwa 48% karyawan ragu untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut karena kekhawatiran tentang utang mahasiswa, dengan 34% tidak mampu membayar pinjaman tambahan. Ini menekankan perlunya program pembelajaran yang terjangkau dan didukung oleh pemberi kerja. Karyawan sangat menghargai dukungan pendidikan, dengan 85% menunjukkan bahwa mereka akan tetap loyal kepada pemberi kerja yang berinvestasi dalam pendidikan berkelanjutan mereka. Melihat ke depan, laporan tersebut menggarisbawahi lima perubahan kunci yang harus dipersiapkan oleh pemberi kerja, termasuk sifat penting dari literasi AI, pentingnya peningkatan keterampilan, dan kebutuhan akan manfaat pendidikan yang fleksibel untuk mempertahankan talenta.