PepsiCo sedang menjajaki penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksinya, dengan fokus pada area di mana kesalahan dapat menjadi mahal dan perubahan sulit untuk diterapkan. Perusahaan ini memanfaatkan AI bersama dengan digital twins—representasi virtual dari sistem fisik—untuk memodelkan dan mengoptimalkan tata letak pabrik dan jalur produksi sebelum melakukan penyesuaian di dunia nyata.
Pendekatan inovatif ini memungkinkan PepsiCo untuk mengatasi tantangan inti: mengonfigurasi pabrik dengan lebih efisien sambil meminimalkan risiko dan gangguan. Dengan menggunakan digital twins, perusahaan dapat mensimulasikan berbagai skenario terkait penempatan peralatan, aliran material, dan kecepatan produksi, menguji ribuan konfigurasi yang akan tidak praktis atau mahal untuk dieksekusi di jalur produksi yang sebenarnya.
PepsiCo telah memulai program percontohan bekerja sama dengan mitra untuk mengintegrasikan digital twins yang didorong oleh AI ke dalam jaringan produksinya. Uji coba awal ini bertujuan untuk meningkatkan desain dan adaptabilitas fasilitas, memungkinkan validasi perubahan yang lebih cepat yang biasanya memerlukan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk disetujui dan diuji secara fisik.
Di sektor barang konsumen, perubahan pada operasi pabrik sering kali berjalan lambat karena siklus perencanaan yang panjang dan kebutuhan akan persetujuan. Digital twins memberikan solusi untuk kemacetan ini dengan memungkinkan tim untuk memvisualisasikan dampak potensial dari perubahan terhadap efisiensi produksi, keselamatan, dan waktu henti sebelum menerapkannya di lingkungan yang sebenarnya.
Hasil awal dari program percontohan PepsiCo menunjukkan waktu validasi yang lebih cepat dan peningkatan dalam throughput, meskipun metrik rinci belum diungkapkan. Fokus utama dari inisiatif ini bukan untuk mengotomatiskan proses demi otomatisasi, tetapi untuk meningkatkan waktu siklus dan pengambilan keputusan dalam operasi fisik, menekankan pentingnya penilaian manusia dalam proses tersebut. Tren ini mencerminkan gerakan yang lebih luas dalam adopsi AI perusahaan, di mana perusahaan semakin mencari solusi yang ditargetkan untuk mengatasi tantangan operasional tertentu daripada menerapkan alat generik.