Cognizant, Tata Consultancy Services, Infosys, dan Wipro telah mengumumkan niat mereka untuk menerapkan lebih dari 200.000 lisensi Microsoft Copilot di seluruh organisasi mereka, dengan masing-masing perusahaan akan menerima lebih dari 50.000 lisensi. Inisiatif ini dipuji oleh Microsoft sebagai standar baru untuk integrasi teknologi AI generatif di tingkat perusahaan.

Penerapan ini bertujuan untuk menyediakan alat default bagi ratusan ribu karyawan yang terlibat dalam konsultasi, operasi, pengiriman, dan pengembangan perangkat lunak. Pengumuman ini dibuat di Bengaluru pada 11 Desember, bertepatan dengan kunjungan CEO Microsoft Satya Nadella ke India, yang menyoroti meningkatnya minat terhadap AI agenik—sistem yang mampu menjalankan tugas kompleks di luar interaksi sederhana.

Microsoft 365 Copilot, asisten AI yang terintegrasi ke dalam aplikasi tempat kerja populer seperti Word, Excel, dan Teams, dirancang untuk membantu pengguna dalam menyusun, merangkum, dan menganalisis konten. Dengan memanfaatkan model bahasa besar dan data organisasi, Copilot bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sambil mematuhi kontrol akses yang ada yang ditentukan oleh masing-masing organisasi.

Bagi perusahaan besar, mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja yang ada sangat penting. Alih-alih merombak rantai alat mereka, organisasi dapat memanfaatkan AI dalam perangkat lunak dan dokumen yang sudah digunakan oleh tim mereka. Integrasi ini menjanjikan manfaat praktis seperti dokumentasi yang lebih cepat, perbaikan dalam tindak lanjut rapat, dan otomatisasi tugas berulang, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Keempat perusahaan ini mengejar peluncuran skala besar ini untuk dua alasan utama: untuk meningkatkan produktivitas internal dan untuk meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien. Dengan menunjukkan tata kelola yang efektif dan hasil yang terukur dengan Copilot, perusahaan-perusahaan konsultasi ini dapat memperkuat posisi mereka sebagai penasihat tepercaya bagi perusahaan global, termasuk perusahaan Fortune 500. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan strategi investasi Microsoft yang lebih luas di India, yang mencakup komitmen sebesar $17,5 miliar untuk infrastruktur cloud dan AI dari 2026 hingga 2029, semakin menegaskan India sebagai pemain kunci dalam lanskap AI global.