Para pemimpin data dan analitik menyaksikan transformasi signifikan yang didorong oleh AI agenik, yang dengan cepat mengubah lanskap intelijen bisnis (BI). ThoughtSpot bertujuan untuk mendefinisikan ulang analitik dan BI dari dasar, seperti yang dinyatakan oleh Jane Smith, kepala data dan AI lapangan perusahaan. Dia menekankan bahwa sistem agenik sedang menggerakkan industri menjauh dari pelaporan pasif menuju proses pengambilan keputusan yang lebih aktif.

Menurut Jane, BI tradisional mengandalkan pengguna untuk menemukan wawasan, sedangkan sistem agenik terus-menerus memantau data dari berbagai sumber, mendiagnosis perubahan dan secara otomatis memicu tindakan selanjutnya. Perubahan ini menandai transisi menuju pendekatan yang lebih berorientasi tindakan dalam BI.

Selain keterlibatan aktif ini, Jane mengidentifikasi dua tren signifikan dalam BI: demokratisasi data dan penekanan baru pada lapisan semantik. Dia mencatat bahwa lapisan semantik yang kuat sangat penting bagi agen untuk secara efektif menginterpretasikan konteks bisnis, yang krusial untuk membuat keputusan yang tepat dalam dunia AI yang kacau.

Baru-baru ini, ThoughtSpot meluncurkan empat agen BI baru, termasuk Spotter 3 yang menonjol, yang terintegrasi dengan aplikasi seperti Slack dan Salesforce. Spotter 3 tidak hanya menjawab pertanyaan tetapi juga mengevaluasi akurasi jawabannya, memastikan bahwa pengguna menerima informasi yang paling relevan. Ini memanfaatkan protokol Model Context, yang memungkinkannya mengakses data terstruktur dan tidak terstruktur untuk jawaban yang komprehensif.

Namun, dengan kemampuan canggih ini muncul kebutuhan untuk desain yang bertanggung jawab dalam sistem pengambilan keputusan. eBook ThoughtSpot tentang tren data dan AI untuk 2026 menyoroti pentingnya menciptakan sistem yang memastikan setiap keputusan—baik yang dibuat oleh manusia atau AI—dapat dijelaskan dan dapat dipercaya. Kerangka kerja yang muncul ini disebut 'intelijen keputusan' (DI), yang membayangkan aliran keputusan sistematis melalui tahap analisis, simulasi, tindakan, dan umpan balik, semuanya didokumentasikan dalam sistem catatan keputusan. Jane menggambarkan konsep ini dengan contoh dari uji klinis di industri farmasi, di mana pencatatan yang teliti dari proses pengambilan keputusan dapat meningkatkan uji coba di masa depan.